Potensi Batik Sebagai Ikon Nation Branding Indonesia

Negara Indonesia di mancanegara dikenal dengan produk unggulannya yaitu “ Batik “. Batik telah menjadi pakaian budaya bangsa Indonesia pada saat ini.  Batik sangat  digemari oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Pada tahun 2008 ini Batik menjadi tren dalam fashion yang sangat menguntungkan dalam perkembangan industri tekstil

Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa)  Sejak dahulu kala. Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada.  Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai Batik pada Konferensi PBB.

Pada saat ini Batik merupakan  salah satu satu komoditas andalan Indonesia yang semakin hari semakin prospektif. Pasar Batik saat ini semakin luas, tidak hanya pasar dalam negeri, tetapi Batik juga di ekspor ke pasar luar negeri.

Pengakuan UNESCO terhadap Batik sebagai Intangible Cultural Heritages (warisan budaya tak ternilai), yang diberikan pada 2009 lalu merupakan bentuk pengakuan yang strategis terhadap eksistensi Batik dan nilai pentingnya bagi peradaban dan perkembangan kebudayaan di Indonesia. Pengakuan bahwa Batik merupakan warisan budaya dunia asal Indonesia tersebut mampu mendongkrak pendapatan para perajin kain tradisional khas Nusantara ini. Sejak diakui UNESCO pada tahun 2009, sampai sekarang ‘revenue’ Batik telah mencapai Rp1 triliun. Dengan adanya pengakuan UNESCO itu, maka potensi Batik meningkat hingga mencapai 300 persen.

Selain pasar ekspor maka pasar dalam negeri sangatlah prospektif. Sebab dengan semakin banyaknya masyarakat kita yang menggemari Batik, dengan demikian akan meningkatkan permintaan akan Batik.  Dengan terus meningkatnya permintaan Batik ini maka pengrajin batik harus terus mengembangkan inovasinya dalam membuat corak dan model batik.

Seperti Batik Sukabumi, memiliki corak Batik has Sukabumi sudah cukup banyak diminati seperti penyu, gunung rimba laut pantai (gurilap), nayor, sedap malam, daun teh, pala, pakujajar, bunga lili, pisang kole, edelweis dan karmelia.Juga daerah-daerah lainnya memiliki ragam corak khas yang berlainan.

Saat ini kita mengenal  tiga jenis Batik yaitu :

Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak Batik menggunakan tangan.

Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak Batik yang dibentuk dengan cap  (biasanya terbuat dari tembaga).

Batik lukis adalah proses pembuatan Batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.


Potensi  Industri  Batik 

Dengan semakin meningkatnya nilai produksinya maka jumlah tenaga kerja yang diserap akan semakin meningkat. Juga nilai ekonomi dari Batik sendiri akan semakin meningkat.   Batik memiliki prospek yang baik di masa yang akan datang.  Dimana Batik saat ini merupakan salah satu ikon bagi nation branding Indonesia , menurut Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu.

Batik menjadi satu sarana investasi yang potensial, dimana  bisnis atau usaha Batik merupakan jalan terwujudnya pertumbuhan yang berkelanjutan bagi daerah penghasilnya.

Sebagai contoh. Kota Batik yaitu  Kota Pekalongan di propinsi Jawa Tengah , pada saat ini mendapatkan keuntungan yang luar biasa besar dari penjualan Batik. Demikian juga dengan industri Batik di kota Solo, Yogjakarta dan kota-kota lainnya. Potensi investasi ‘Batik’ ini menjadi tulang punggung sektor industri pengolahan yang berpengaruh signifikan bagi pertumbuhan PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto).

Seperti di ke tiga kota ini, ( Pekalongan, Solo, Yogjakarta), dimana salah satu potensi andalan daerahnya adalah industri Batik. Maka industri Batik ini memberikan imbas kepada perkembangan industri lainnya yaitu sektor-sektor seperti perdagangan, transportasi, garmen, produk kerajinan, restoran, hotel, perkantoran dan lain sebagainya. Investasi dari industri Batik ini tidak hanya menambah nilai tambah ekonomi tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dimana industri Batik  akan menyerap lapangan perkerjaan bagi masyarakat setempat.

Demikianlah kita perlu berbangga hati dan terus melestarikan Batik yang menjadi warisan nenek moyang kita dengan  terus berusaha untuk mengembangkan  potensi dari Batik yang saat ini merupakan salah satu ikon bagi nation branding Indonesia .

Eni Ariyanti

_ryan

Keindahan Diplomasi Batik

 

Jakarta – Kecintaan terhadap budaya dan heritage bangsa membuat Alleira Batik tak henti-hentinya untuk terus berkarya dan tetap menghasilkan cipta seni Batik yang menawan. Rabu silam, bertempat di kediaman Duta Besar Norwegia H.E. Mr Stig Traavik beserta istri, Mme. Noor Sabah Traavik, Alleira Batik menghadirkan acara bertema “Spouses Head of Mission Meeting with touch of Batik“.

ebatiktrusmi.com

Menurut Nyonya Dubes Mme. Noot Sabah Traavik, acara ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan Batik kepada negara sahabat, termasuk Norwegia. “Batik adalah Indonesia. Dan sebuah kehormatan rakyat Norwegia yang sudah sangat akrab mengenal Batik mengajak semua para istri duta besar yang tergabung di Spouses Head of Mission (SOM) ini untuk mencintai Batik,” kata Mme. Noor Sabah Travik.

Pada pertemuan tersebut, Alleira Batik memperlihatkan langsung seni tata cara pembuatan batik Indonesia. Acara ini dihadiri Dra Sri Danti, MA, Sekretaris Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

ebatiktrusmi.com

Menurut Ade Kartika dari Alleira Batik, selain peragaan busana, acara ini juga berisi demo membatik. Dengan menampilkan proses pembuatan Batik Alleira secara tradisional dan modern, para istri duta besar juga diajari soal pengetahuan Batik tulis dan aneka motif Batik di Indonesia. “Keseriusan kami terhadap Batik mengajak masyarakat internasional memahami Batik bukan sekadar hasil yang indah, tapi proses pembuatan dan filosofi yang membuat mereka akan sangat menghargai Batik,” kata Ade.

Ade juga mengatakan, “Melalui acara ini sebagai diplomasi Batik bukan sekadar keindahan Batik yang perlu mereka tahu dan pahami, tapi proses, filosofi, dan makna kehidupan di baliknya,” ujar Ade.

Sedangkan Mme. Noor Sabah Travik mengatakan, dia dan para istri duta besar melalui acara ini semakin mengagumi batik melalui pengetahuan tentang proses pembuatan dan nilai filosofi Batik. “Kami jadi tahu Batik bukan sekadar dibuat dari canting berisi lilin, tapi ada prosesi ritual yang sarat filosofi dan makna kehidupan,” ujarnya.

HADRIANI P

_ryan

Diaspora Indonesia dapat Promosikan Batik ke Dunia

JAKARTA – Selama ini kelompok diaspora di Indonesia kurang dapat dimanfaatkan keberadaannya oleh pemerintah. Padahal mereka dapat memiliki peran dalam pemenuhan kepentingan Indonesia di luar negeri.

“Indonesia kini masih banyak memiliki kebutuhan di berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, teknologi dan juga budaya. Kelompok diaspora memiliki aset dan akses yang dapat dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, dalam dikusi tentang diaspora Indonesia di Hotel Grand Hyatt, Selasa (26/2/2013).

ebatiktrusmi.com

Khusus dalam bidang budaya, menurut Djalal kelompok diaspora dapat menjadi ujung tombak dalam mempromosikan budaya-budaya Indonesia ke masyarakat luar negeri.

Mantan jubir kepresidenan itu menyatakan banyak warga diaspora Indonesia yang masih memelihara budaya nenek moyangnya walaupun sudah tidak menjadi WNI lagi, atau bahkan sudah beberapa generasi tinggal di luar negeri.

ebatiktrusmi.com

“Banyak sekali kelompok diaspora yang sangat aktif menjaga budaya dari Indonesia, mereka dapat beperan dalam upaya Indonesia untuk menduniakan budaya Indonesia seperti batik, angklung dan wayang,” terang Dubes Dino. (faj)

 

_ryan

Kenapa 2 Oktober Disebut Hari Batik?

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa latar belakang setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan menjadi hari batik?

Ternyata

Ternyata belum lama tanggal sehari setelah Hari Kesaktian Pancasila itu diputuskan menjadi Hari batik. Tepatnya 2 Oktober 2009, Badan PBB untuk kebudayaan UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

“Tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO mengakui batik sebagai warisan dunia, ini hal yang harus disyukuri,” Ujar Prayogo, kurator dari Museum batik Yogyakarta saat dihubungi ROL, Selasa (2/10)

Bahkan menurut wikipedia, tanggal ini tidak hanya diperingati sebagai Hari batik nasional, namun juga UNESCO menetapkan sebagai hari batik sedunia.

UNESCO

UNESCO menulis dalam situs resminya, batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam dan sejarah itu sendiri. batik dinilai sebagai identitas bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting seseorang di Indonesia sejak lahir hingga meninggal.

 

_ryan

VW Beetle 1974, Full Batik dan Audio


Jakarta – VW dan batik seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi punggawa gerai airbrush X-Set, Parman. Nah, jika sebelumnya pria ramah ini memiliki VW Kodok (Beetle) keluaran 1961 yang digeber di lintasan balap, maka sebagai tunggangan hariannya, Beetle buatan 1974 dipilih dan juga dilabur airbrush batik.

Kesan

Kesan nyentrik langsung terlihat dari sisi eksteriornya yang digarap bengkel . Motif batik yang diusung terlihat lebih minimalis ketimbang versi balapnya. Dominasi kelir dasar putih berpadu apik dengan motif batik yang didominasi warna cokelat kontras.

 

Nuansa batik khas Jawa menyelubungi seluruh panel bodi, mulai dari pintu, fender hingga bumoer depan-belakang. Semakin nyentrik, bagasi atap dengan dominasi bahan kayu terpasang rapi. Sementara kesan old school hadir dari pelek OEM Volkswagen lawas yang mengisi bagian kaki-kakinya.

Selain

Selain itu, Parman tak lupa meng-upgrade bagian mesin dengan aplikasi alternator anyar. Dan memakai karburator ganda. Agar rapi, beberapa panel mesin di krom.

 

Masuk ke dalam kabin, Parman menghadirkan kesan resik dan nyaman pada mobil dua pintu tersebut. Lapisan semi kulit berkelir krem mendominasi panel pintu dan jok. Sedangkan piranti audio dikawal headunit Pioneer Single Din dengan dua Subwoofer Cello 10 inci dan empat buah speaker dari Focal. (mobil.otomotifnet.com)

 

_ryan

110 industri batik Pekalongan berhenti produksi

Pekalongan (ANTARA News) – Sebanyak 110 industri kerajinan batik Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dalam beberapa hari terakhir berhenti berproduksi karena tempat mereka bekerja tergenang banjir.

Ketua Paguyuban Serikat Pembatik Pasirsari Kota Pekalongan, Sodikin di Pekalongan, Senin, mengatakan hujan deras yang mengguyur daerah setempat pada beberapa hari terakhir mengakibatkan aktivitas kerajinan batik berhenti berproduksi, karena perajin kesulitan melakukan proses pembatikan.

Jika

“Jika pun ada yang masih beraktivitas, biasanya adalah para perajin yang telah memasuki proses `finishing` pembatikan,” katanya.

Menurut dia, pada kondisi seperti sekarang ini, perajin batik tidak berani nekat memproduksi batik karena kualitas produksi batik akan cepat pudar.

“Proses pembatikan, para perajin akan membutuhkan panas sinar matahari untuk menjemur bahan kain batik agar kualitasnya cukup bagus. Akan tetapi dengan kondisi masih sering turun hujan maka akan merepotkan para perajin batik, bahkan mereka bisa merugi,” katanya.

Mustafirin

Mustafirin, perajin batik mengatakan bahwa saat ini, dirinya hanya melakukan penjemuran bahan kain batik yang telah memasuki proses “finishing” saat kondisi ada panas sinar matahari.

“Kami tidak berani memaksakan diri memproduksi batik dalam kondisi masih sering hujan karena selain akan merepotkan proses pembatikan juga akan merugi karena kualitas batik akan cepat pudar,” katanya.

Menurut dia, pada kondisi normal, proses pembatikan kain sepanjang 800 meter, para perajin hanya akan membutuhkan waktu sekitar empat hari.

“Akan tetapi, dalam kondisi seperti sekarang ini, proses pembatikan akan memerlukan waktu mencapai hingga delapan hari. Sedangkan kualitas produksi batik pun akan berbeda jika dibanding dibuat pada kondisi normal,” katanya.

(KR-KTD/M008)

_ryan

Raja Swedia Kunjungi Sentra Batik di Bantul

Yogyakarta

Batik Indonesia menarik perhatian Raja Swedia, Carl XVI Gustaf. Karena itu, pria yang juga Ketua Yayasan Pandu Dunia (Chairmant of the World Scout Foundation) ini menyempatkan diri mengunjungi pusat kerajinan batik tulis di Yogyakarta.

Pusat kerajinan batik tulis ini berada di Dusun Nogosari, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Gustav datang bersama rombongan duta besar Swedia untuk Indonesia dan didampingi Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka, Prof Dr Aswar Azrul, Ketua Kwarda DIY Sri Paduka Paku Alam IX dan Bupati Bantul, Ny Suryawidati Idham Samawi.

Rombongan

Rombongan tiba pada Rabu (1/2/2012) sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung disambut warga dan anggota Pramuka yang sudah sejak pagi menunggu kedatangannya. Di sepanjang jalan yang dilalui, mulai dari simpang empat Ringroad Selatan Jl Imogiri Timur, ribuan anggota Pramuka Siaga dan Penggalang juga menyambut dengan membawa bendara Merah Putih kecil.

Di Dusun Nogosari, Gustav meresmikan Sanggar Pramuka bantuan Kerajaan Swedia yang berbentuk rumah Joglo untuk berbagai kegiatan kepanduan. Bersama National Scout Organization, dia menyatakan akan terus menyuarakan pesan perdamaian melalui Messengers of Peace ke seluruh dunia.

“Tujuannya untuk saling membantu satu sama lain antar negara,” katanya.

Gustav menambahkan sudah ada jutaan orang yang ikut proyek ini dengan melihat di website milik pandu dunia. Bulan depan pihaknya akan membuat website berbahasa Indonesia.

Caranya

“Caranya mudah. Silakan log in dan ceritakan apa yang Anda lakukan. Sudah ada jutaan pandu uang menunggu apa yang Anda lakukan di sini,” kata Gustav yang disambut tepuk tangan anggota pramuka.

Usai meresmikan sanggar Pramuka tersebut, di dekat Joglo Sanggar Pramuka itu Gustav bersama rombongan menyaksikan cara pembuatan kerajinan Batik tulis, tatah sungging untuk wayang kulit dan pembuatan keris. Untuk diketahui, Desa Wukirsari terkenal sebagai sentra kerajinan Batik tulis berkualitas serta kerajinan wayang kulit.

Seusai mengunjungi Dusun Nogosari, rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah dan Candi Prambanan di Sleman sebelum beristirahat di Hotel Sheraton. Pada malam harinya, Raja Swedia akan menghadiri jamuan makan malam bersama Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Koleksi batik Hartini Soekarno dipamerkan di Hamburg

London (ANTARA News) –  Kolekasi batik milik Hartini, istri Presiden Pertama RI Soekarno  dipamerkan di Museum für Völkerkunde, Hamburg. Koleksi Hartini bersanding dengan koleksi karya maestro batik Indonesia, Iwan Tirta, di acara yang berlangsung hingga 10 Juni itu.

“Pameran bertema Keindahan batik atau ‘Die Schönheit der batik‘ itu diadakan KJRI Hamburg bekerja sama dengan Museum Etnologi (Museum für Völkerkunde) Hamburg dan anggota Perhimpunan Pencinta Kain Adat Indonesia (Wastaprema),” demikian keterangan KJRI Hamburg yang diterima ANTARA London, Sabtu.

Museum

Lebih dari 200 tamu undangan memadati Ruang Auditorium Museum für Völkerkunde – Hamburg, di antaranya pejabat pemerintah Hamburg, Consular Corps, Friends of Indonesia (DIG), pengusaha, akademisi dan media massa.

Konsul Jenderal RI Hamburg, M. Estella Anwar Bey, mengatakan pameran batik ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang diadakan KJRI Hamburg dalam rangka merayakan hubungan diplomatik RI – RFJ yang pada tahun ini genap berusia 60 tahun.

KJRI ingin memperkenalkan salah satu warisan budaya Indonesia produk tekstil tradisional Indonesia yang memiliki nilai sangat tinggi berupa batik.

“Dalam setiap motif dan warnanya memiliki makna dan filosofi yang berbeda,” ujar Konjen RI.

Senada dengan itu, Direktur Kerja Sama Internasional – Senat Hamburg, Uwe Ram, mengatakan hubungan bilateral Jerman – Indonesia selama ini berlangsung dengan baik.

“Indonesia sendiri telah mengalami banyak perubahan dibanding ketika saya berkunjung pada 15 tahun silam,” katanya.

Direktur Museum für Völkerkunde – Hamburg,  Prof. Dr. Wulf Köpke menyebutkan kerja sama antara Museum für Völkerkunde dan KJRI Hamburg berlangsung sejak lama.

Brigitte

Presentasi mengenai batik disampaikan Brigitte Willach, seniman lukis dari Hannover yang sejak tahun 1985 mendalami seni batik Indonesia dan aktif menjadi pembicara dalam berbagai acara mengenai batik diseluruh dunia, termasuk World batik Summit 2011 di Jakarta.

Willach menjelaskan sejarah batik, pusat pembuatan batik di Indonesia, jenis dan makna corak batik, serta proses pembuatan batik dengan teknik wax-resist-dyeing dan teknik pembuatan corak batik menggunakan canting dan aplikasi “malam” (wax) sebagai bahan perintang warna.

Di akhir presentasi diperagakan cara pemakaian kain tradisional batik serta peragaan busana oleh 18 model anak-anak dan remaja mengenakan beragam jenis kain batik mendapatkan sambutan dari undangan membuat suasana malam makin semarak.

Setelah menyaksikan peragaan busana, para tamu undangan dipersilakan meninjau ruang pameran batik di Paviliun Indonesia sambil menikmati jajanan pasar tradisional Indonesia.

Pakar

Dalam penyelenggaraan pameran batik itu, tampak hadir tiga pakar batik Indonesia asal Jerman, yaitu R. Smend di Köln, Annegret Haake  dari Frankfurt dan Brigitte Willach di Hannover serta seorang pakar batik Indonesia dari Australia, Dr. Maria Wronska Friend.

Pameran yang berlangsung hingga 10 Juni itu juga menampilkan koleksi kain batik dari berbagai daerah di Pulau Jawa seperti Cirebon, Banyumas, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Garut, Lasem dan Palembang.
(H-ZG)

_ryan

Pelestarian Naskah Kuno Nusantara Lewat Motif Batik

naskah kuno,nusantara,batik,konservasi,digitalisasiNaskah kuno Pura Pakualaman/Olivia Lewi

Naskah kuno tidak hanya merupakan bukti peninggalan sejarah. Juga mengandung banyak ilmu pengetahuan,  di antaranya filsafat, kesenian, arsitektur, serta kepemimpinan.

naskah

Di Indonesia, konservasi terhadap naskah kuno nusantara ini belum banyak mendapat perhatian. Berbeda dengan beberapa negara lain  yang sudah melakukan upaya penyimpanan dan perawatan dengan suhu dan tempat tertentu.

Kendati demikian, ada beberapa tempat di Indonesia yang sudah melakukan upaya konservasi naskah kuno nusantara ini. Salah satu contohnya adalah Kadiparen Pura Pakualaman Yogyakarta. Mereka menuangkan teks naskah kuno dalam motif-motif batik. Menurut Pengurus Perpustakaan Pura Pakualaman Sri Ratna Sakti Mulya, penuangan teks naskah kuno dalam motif batik ini adalah upaya untuk melestarikan cagar budaya tersebut.

“Teks naskah kuno yang dituangkan dalam motif batik ini akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh generasi penerus. Tak hanya sekedar motif batik saja, teks yang dituangkan ini juga dirancang sesuai dengan cerita asli serta filosofi yang akan diberikan,” paparnya di Yogyakarta, beberapa hari lalu.

Namun, belum semua teks naskah kuno dituangkan dalam motif batik. Karena pihaknya perlu melakukan kajian terlebih dahulu sebelum menuangkannya dalam kain. Kajian sendiri perlu menggandeng beberapa ahli yang paham tentang naskah tersebut.

batik

Selain dituangkan dalam motif batik, Pura Pakualaman menuangkan naskah kuno ini dalam bentuk buku. Karya-karya masterpiece-nya yang berisi ajaran-ajaran leluhur dibedah dengan bahasa yang mudah dipahami oleh khalayak umum. Seperti buku bertajuk Ajaran Kepemimpinan Asthabrata Kadipaten Pakualaman” yang bersumber dari naskah Pakualaman Sestrodisuhul yang berisikan kisah nabi, raja-raja jawa, wali dan pandawa lima.

Sementara itu, konservasi naskah kuno nusantara juga dilakukan oleh Keraton Yogyakarta dengan melakukan digitalisasi pada 300 naskah (manuskrip) kuno. Menurut Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), Osman Faturrahman, digitalisasi naskah kuno merupakan kegiatan yang perlu dilakukan terus menerus agar naskah kuno tetap terjaga dan dilestarikan.

cuaca

“Pengaruh cuaca biasanya menjadikan naskah mudah menjamur sehingga manuskrip asli rentan rusak. Belum lagi ada bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia,” paparnya.

Ia menambahkan, Manassa juga merestorasi kurang lebih 5.000 manuskrip yang telah diubah dalam bentuk digital. Termasuk sebuah manuskrip Melayu berhuruf Palawa dari abad 14.

“Manuskrip yang mengalami proses penggandaan ke digital sangat bervariasi termasuk karya pujangga Ronggowarsito serta naskah-naskah babad. Setelah proses digitalisasi dilakukan maka rencananya akan disimpan dalam Museum Nasional.

Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso memberikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian Kadipaten Pura Pakualaman terhadap naskah kuno nusantara. Ia berharap naskah dalam koleksi perpustakaannya terus dirawat dan dimanfaatkan secara optimal lewat penelitian akademis. Kemudian disosialisasikan kepada khalayak umum, salah satunya lewat buku.
(Olivia Lewi Pramesti)

_ryan

BATIK INDONESIA RAMAIKAN PASAR JEPANG

Jakarta (ANTARA News) – Batik, kebanggaan sekaligus pusaka bangsa bersanding dengan produk lain dunia di jaringan mal papan atas dunia, Isetan Department Store, di kawasan bisnis sangat bergengsi Jepang, Shizuoka. Semua mata pengunjung mal itu bisa menikmati langsung keindahan seni tradisional Indonesia yang juga tidak canggung masuk ke kehidupan modern.

Adibusana

Bersama dengan kain tradisional, perhias

Batik adalah salah satu karya adibusana tradisional yang tidak canggung dihadirkan dalam kehidupan modern. (FOTO ANTARA/Teresia May)

an dan kerajinan tangan, batik meramaikan pameran Global Green yang diselenggarakan Isetan Department Store, 16-23 Mei 2012 di Shizuoka, Jepang, itu.

“Peserta Indonesia kali ini Batik Enny, Batik Halus Tiana Kesuma, Bixa Orellana Collection. Mereka diwakili agen di Jepang, Direktur Chalon Co Ltd, Ozeki Katsuhisa, serta Aulia Jewellery,” demikian keterangan Kementerian Perdagangan, Jumat.

Peserta Indonesia tersebut difasilitasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka. ITPC Osaka juga menggandeng Garuda Indonesia mempromosikan rute penerbangan baru Haneda-Denpasar.

Garuda

Untuk menarik peminat konsumen, Garuda Indonesia menyediakan hadiah dadakan berupa dua tiket pulang-pergi Tokyo-Denpasar via Haneda yang diundi pada akhir kegiatan bagi para pembeli produk Indonesia.

Di sela-sela acara, Kepala ITPC Osaka, Rosiana Christina Frederick, berkesempatan bertukar pikiran dengan Presiden CEO Isetan Shizuoka Co Ltd, Matsumura Akihisa.

Fredrick berharap Indonesia diberi kesempatan menggelar produk di seluruh lantai Isetan Shizuoka, sebagaimana Modern Bali Fair 2012, di Mitsukoshi Hiroshima, anak perusahaan Isetan Mitsukoshi Holdings Ltd.

Matsumura menyambut baik partisipasi Indonesia dalam Global Green dan menyatakan akan mempertimbangkan gagasan itu dan mengusulkan agar pameran difokuskan pada produk tertentu.

“Selain itu, produk Indonesia mendapatkan kesempatan perpanjangan waktu pameran selama enam hari, dari semula yang seharusnya berakhir pada 23 Mei menjadi 29 Mei 2012,” ujar Rosiana.

Isetan Department Store merupakan jaringan pusat perdagangan ternama di Jepang yang mempunyai cabang di seluruh Jepang dan Asia Timur seperti Bangkok, Kuala Lumpur, Phnom Penh, Hong Kong, dan Shanghai.

(D017/I007)

Editor: Ade Marboen
_ryan