Batik Cirebon – Kadin Jateng Promosikan Batik ke Pasar Internasional

Batik Cirebon – Kamar dagang dan industri (Kadin) Jawa Tengah mempromosikan batik lokal ke pasar internasional dengan harapan pasar ekspor semakin terbuka lebar.

“Promosi ini kami lakukan dengan harapan ekspor untuk produk kerajinan tangan dari Jawa Tengah khususnya batik semakin memperoleh pasar yang luas,” kata Manajer Perdagangan, Pelatihan, dan Pusat Informasi Kadin Jateng Gendut Marjoko di Semarang, Minggu.

Batik Cirebon – Diakuinya, semenjak kondisi ekonomi global mengalami kelesuan, permintaan batik dari pasar asing ke Jawa Tengah mengalami penurunan. Meski demikian, pihaknya berupaya meminimalisasi tingkat penurunan tersebut melalui promosi.

Menurut dia, penguatan dolar AS terhadap mata uang rupiah seharusnya disikapi sebagai peluang pasar. Dengan meningkatkan volume ekspor, nilai omzet dipastikan juga akan semakin besar.

“Pelaku industri batik tidak perlu takut dengan keamanan produk saat diekspor karena batik itu kan non food. Jadi mutunya akan tetap terjaga selama proses pengiriman,” katanya.

Batik Cirebon – Mengenai pasar asing ini, pihaknya menilai untuk pasar menengah ke atas lebih potensial untuk digarap mengingat sektor tersebut tidak terlalu terpengaruh oleh lesunya pertumbuhan ekonomi dunia.

Meski demikian, para produsen batik lokal harus menyelaraskan kemampuan mereka dengan keinginan pasar, salah satunya dari sisi kualitas jahitan.

Juragan Batik – “Biasanya, beberapa perancang dari luar negeri sudah memiliki desain, baru kemudian mereka melakukan kerja sama dengan pelaku industri batik di Jawa Tengah untuk menindaklanjuti desain tersebut menjadi sebuah pakaian dengan bahan baku batik,” katanya.

Oleh karena itu, Kadin Jateng berharap para produsen terus meningkatkan kemampuan dengan harapan ketertarikan perancang dari luar negeri terhadap sumber daya manusia lokal semakin besar. ( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Yogyakarta Alokasikan Rp2,1 Miliar Seragam Batik

Batik Cirebon – Pemerintah Kota Yogyakarta membagikan biaya sebesar Rp2, 1 miliar untuk pengadaan seragam batik untuk pegawai di lingkungan pemerintah daerah itu juga sebagai tindak lanjut lomba design batik khas Yogyakarta sekian waktu pada awal mulanya.

” Telah masuk lelang. Harapannya, sistem lelang jalan dengan lancar hingga usai th. ini, ” kata Kepala Sub Bagian Administrasi serta Kesejahteraan Pegawai Tubuh Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Yogyakarta, May Indra, di Yogyakarta, Sabtu.

Batik Cirebon – Seragam batik itu bakal diberikan pada seputar 7. 500 pegawai di lingkungan pemerintah Kota Yogyakarta berbentuk kain serta cost untuk menjahit seragam seutuhnya jadi tanggung jawab pegawai.

Akan tetapi, lanjut dia, belum ada ketentuan tentang pemakaian seragam harian bermotif batik itu lantaran Pemerintah Kota Yogyakarta telah mempunyai ketentuan pemakaian baju seragam.

Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta telah harus kenakan pakaian batik tiap-tiap Selasa serta Kamis walau motifnya belum seragam. Baju seragam batik itu gagasannya mulai dipakai pada 2016.

Batik Cirebon – Terkecuali seragam batik, pemerintah Kota Yogyakarta juga menganggarkan dana seputar Rp1, 1 miliar untuk pengadaan kain berwarna hitam yang juga diinginkan dapat direalisasikan th. ini.

” Bisa saja saja ada ketentuan baru tentang baju seragam pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta lantaran Kementerian Dalam Negeri juga memberi edaran tentang ketentuan baju dinas harian, ” tuturnya.

Pada awal mulanya, Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM) Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi serta Pertanian Kota Yogyakarta, Tri Riyanto, menyampaikan, motif yang bakal dipakai juga sebagai seragam yaitu gabungan motif pemenang lomba design motif batik khas Yogyakarta.

Juragan Batik – ” Motif masih tetap didominasi oleh motif pemenang paling utama batik, tetapi ada gabungan dengan motif pemenang yang lain hingga nampak motif baru tetapi tak menyimpang dari motif awal. Pengadaan diakukan oleh BKD, ” tuturnya.

Lomba design motif batik khas Yogyakarta itu dimenangkan oleh pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) pemerintah Kota Yogyakarta Suparjoko dengan design motif batik yang dinamakan Ceplok Segoro Amarto.

” Nanti, batik bakal diciptakan dengan cap serta bukanlah batik catat lantaran bakal sangatlah lama serta memerlukan cost besar. Yang pasti, bukanlah batik printing, ” tuturnya. ( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Duh, Ekspor Batik Tulis ke Eropa Lesu

Batik Cirebon – Kenaikkan nilai ganti dolar AS atas rupiah tidak dapat di nikmati perajin batik tradisional di Kabupaten Klaten, Jateng. Soalnya, pasar ekspor ke negara-negara belahan Benua Eropa serta AS tengah lesu.

”Pasar Eropa serta AS bikin ekspor batik catat pewarna alam buatan pengrajin batik di Klaten alami penurunan dratis. Jadi, kami tak dapat nikmati kenaikkan ganti dolar AS, ” kata Miyanto, Ketua Paguyuban Batik Kayu Taruntum, Jum’at (28/8).

Menurut Miyanto, keadaan lesu pasar batik tradisional dari Klaten ke Eropa serta AS telah berlangsung dua th. akhir-akhir ini. Walau sebenarnya, ekspor batik ini jadi andalan perajin. Hingga perajin sulit mencari pasar ekspor negara lain.

Batik Cirebon – Ketua Paguyuban Batik Kayu Taruntum Kabupaten Klaten, Miyanto, menyampaikan, mulai sejak dua th. terakhir keadaan ekspor selalu alami penurunan. ”Peminat barang kerajinan batik catat, kelihatannya turut dipengaruhi krisis yang berlangsung dibeberapa negara Eropa. Mungkin saja, pemicunya lantaran guncangan ekonomi di Yunani, ” tutur Miyanto.

Masih tetap menurut Miyanto, penurunan ekspor ke luar negeri melebihi angka 30 %. Mengenai pasar kerajinan yang kelompoknya kuat, menyasar Belahan Eropa. Seperti, Italia, Spanyol, Amerika Serikat juga jadi andalan customer, dan Australia.

Batik Cirebon – Hal sama juga dihadapi Ketua Grup Pembatik Kain, Suratmi. Menurut dia, penurunan pada kerajinan produknya meraih di atas 20 %. Ia menerangkan, ada sekurang-kurangnya 39 perajin batik di bawah koordinasi instansi Putri Kawung

Beragam usaha juga dikerjakan. Termasuk juga kiat jual on-line. Walau dinilai belum demikian efisien seperti penjualan konvensional, walau demikian hal itu ikut mendongkrak serta menebarkan hasil karya kerajinan batik.

Juragan Batik – Suratmi menlanjutkan, ”penjualan batik kain serta kayu sekarang ini malah lebih diminati oleh konsumen lokal. Hal semacam itu karena perekonomian lokal yang bertambah lumayan.

Ada kenaikkan seputar 30 % dari customer lokal atau dalam negeri. Mungkin saja, keadaan ekonomi yang mulai lebih baik jadikan ketertarikan konsumen dari dalam negeri bertambah. Mengenai untuk pasarnya ada di Jakarta, Bali serta Yogyakarta.

Tetapi demikian, keadaan demikian sebaliknya ketertarikan konsumen lokal bertambah tajam. Oleh karenanya, Paguyuban Batik Klaten mengadakan pameran batik pewarna alam serta batik kayu di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, 21-28 Agustus 2015. ( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Dolar Paksa Harga Bahan Baku Batik Naik

Batik Cirebon – Melemahnya nilai ganti rupiah pada dolar Amerika bikin harga baku kain batik naik. Tetapi, harga batik di sentra batik Jalan Rotowijayan, Yogyakarta, belum alami kenaikan.

Salah seseorang penjual batik, Kus, menyampaikan tokonya belum merencanakan menambah harga. ” Harga batik disini masih tetap sama juga dengan sebagian minggu lantas. Belum ada gagasan kenaikan harga, ” tutur wanita yang bekerja di Toko Batik Luwes-luwes ini, pada Metrotvnews. com, di Yogyakarta, Kamis (27/9/2015).

Batik Cirebon – Toko tempat ia bekerja jual beragam product yang terbuat dari batik seperti kain batik, baju, daster, kaos, dompet, serta pernak-pernik dari batik.

Harga satu potong baju batik dibanderol Rp100 ribu sampai jutaan rupiah. ” Harga jual batik cap tergantung dari type kainnya. Paling murah kain katun. Paling mahal kain sutra, ” kata Kus.

Batik Cirebon – Kenaikan harga pakaian batik juga tak berlangsung di Toko Kasatriyan. Sinta, penjaga toko, menyampaikan harga batik masih tetap stabil. ” Kami jadi mendiskonkan sebagian type batik seperti kaos serta daster batik, ” tuturnya.

Di segi lain, Heri, pengrajin batik Luwes-luwes, menyampaikan harga kain batik mentah telah naik. ” Naik telah seputar satu bulan lantaran dampak menguatnya dolar. Namun belum penting. Baru satu sampai tiga %, ” kata Heri.

Juragan Batik – Saat sebelum dolar naik, harga bahan baku kain batik dibeli Rp12. 000 ribu per yar (90 sentimeter). Saat ini harga bahan baku kain batik Rp12. 200-Rp12. 500 per yar. Diluar itu harga malam yang digunakan untuk menulis batik juga alami kenaikan Rp500 per kg.

” Lantaran kenaikan itu, kami juga menambah harga kain batik dari mulanya Rp64 ribu per potong jadi Rp65 ribu per potong. Itu harga kain batik cap serta catat dari katun. Bila yang sutra atau catat beda lagi, ” tuturnya.

Dia belum pikirkan kiat apa untuk hadapi melemahnya nilai ganti rupiah. ” Kami belum pikirkan kiat. Mungkin saja harga naik. Namun, susah sekali lantaran banyak kompetitor disini, ” katanya. ( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Wow…Batik Pekanbaru Sudah Bisa Bersaing

Batik Cirebon – Grup Usaha Orang-orang Berbarengan d’Kreasi Batik Pekanbaru berusaha kembangkan produksi batik Pekanbaru. Grup yang beralamat di Jalan Pemuda, Gang Burok, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki bakal kembangkan batik seperti batik catat, batik cap serta printing.

Untuk kembangkan batik ini, grup ini menghadirkan pakar batik. Ia yaitu H Darmein, kelahiran Sumatera Barat yang mempunyai usaha batik di Bogor. Lantaran kesuksesannya jadi ditunjuk oleh LPM juga sebagai pembimbing bikin batik untuk golongan ibu-ibu. H Darmein sendiri menceritakan, pada 2008 mulai belajar menelusuri lika-liku bikin batik. Seluruhnya dipelajarinya tepatnya di daerah Cibinong, Bogor, sesudah berhasil belajar, ia juga berhasil meningkatkan usaha Batik yang diberi nama Batik Jaya Tri.

Batik Cirebon – Di Bogor ia mengangkat seluruhnya komponen budaya, permasalahan motif, flora fauna, serta komponen budaya kujang, leuit atau lumbung padi, anggrek Bogor, tereb, teratai, manuk hurang. ”Karena ada basic tersebut mau kami aplikasikan di Batik Pekanbaru Riau, supaya dapat berkompetisi dengan daerah yang lain, ’’ tuturnya.

Lanjutnya, sesungguhnya Riau kaya budaya yang dapat jadikan motif seperti pucuk rebung saja mungkin saja 30-an itu baru pucuk rebung.

“Di sini kami mau meningkatkan berbagai macam Motif Batik Pekanbaru Riau, seperti Motif Pucuk Rebung kami bakal cobalah angkat, untuk floranya kita cobalah blimbing wuluh, atau lebih di kenal asam telunjuk, bunga bulan-bulan, pucuk pakis resam, ” sebutnya.

Sesaat dari faunanya, dikatakannya juga ia mau meningkatkan motif ikan selais, serta semut beriring, lebah begayut. “Makannya saya tertarik meningkatkan batik di Pekanbaru, kami mempunyai latar belakang, kami mempunyai beground, ”tambahnya.

Untuk meningkatkan ia sangatlah mengharapkan ada support dari pemerintah daerah. Lantaran menurut dia di Bogor permasalahan pasarnya telah tampak. Disana banyak pihak yang mensupport untuk pengrajin batik. Potensi di Pekanbaru untuk sekarang ini menurutnyaa memanglah masih tetap belum terbaca.

Batik Cirebon – “Tapi kami meyakini kami dapat lantaran kami didukung dari Dekranasda, Diskop serta UMKM. Diluar itu unsur promosi, unsur market, juga butuh, bila tak ada support dari Pemko Pekanbaru jadi batik kita selama-lamanya bakal jadi ini. Jadi besar kami harap pada Pemko permasalahan pengembangan batik ini. Kami siap bikin ibu-ibu ini jadi mahir kami siap bikin seragam batik siswa, atau organisasi serta bikin program kursus, ” urainya.

Juragan Batik – Disamping itu, Ketua LPM Kelurahan Tampan, Khairul Pulungan menyampaikan d’Kreasi Batik Pekanbaru dididirikan pada 2014 lantas. “Ide kami disini, lantaran saya lihat yang ada sekarang ini batik Riau tak ada Batik Pekanbaru, lalu kami juga mau melestarikan warisan budaya kami ini. Jadi usaha ini saya dirikan serta merekrut warga seputar, ” jelas Pulungan.

Lanjutnya, berbarengan warga tempatan, ia mengakui tengah semangat meningkatkan Batik Pekanbaru ini. Diluar itu juga siap menuntun orang-orang yang mau jadi pembatik, terlebih anak-anak muda. “Karena banyak nilai positif untuk mereka, lantaran pada batik catat itu kami dilatih cermat, sabar, cermat serta untuk orang stres, sulit tidur jadi membatik mungkin saja pemecahannya, ” imbuhnya. ( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Seminar Pewarnaan Batik Alami Lengkapi Agenda Sleman Fashion Festival

Batik Cirebon – Sleman Fashion Festival 2015 masih berlanjut dengan diadakannya Seminar Sleman Fashion Festival 2015 ‘Memperkenalkan Pewarnaan Batik Alami’ pada Rabu (26/8/2015) pukul 19.00 WIB, di Jogja City Mall.

Batik Cirebon – Seminar yang dibuka secara gratis ini akan menampilkan narasumber praktisi fashion, Lia Mustafa dan ahli pewarna alam, Edia Rahayuningsih.

Juragan Batik – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman selaku penyelenggara juga akan mengadakan Bazar Produk Kreatif Sleman pada 26 sampai 30 Agustus mendatang. Bazaar digelar mulai pukul 09.00 hingga 24.00 WIB, di Jogja City Mall.

Sebelumnya, Dinas juga telah mengadakan Sleman Creatif Award 2015 pada Minggu (23/8/2015) lalu. Dalam gelaran tersebut, design batik ‘Glam of Parijoto Salak’ karya Aditya Pangestika berhasil menjuarai kompetisi ini. ( Batik Cirebon )