Batik Cirebon – 2000 Pengunjung Batik Trusmi Perhari Saat Weekend

batik cirebon

Batik Cirebon – Panjangnya masa liburan Paskah, membuat wisata belanja yang berada di kawasan Trusmi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ramai pengunjung. Mereka berwisata sambil berbelanja batik khas Cirebon yaitu batik trusmi.

“Kalau libur panjang seperti ini pengunjung pusat grosir batik trusmi per hari mencapi 2000 orang lebih,” kata General Manajer Batik Trusmi, Gugun Gumilar, di Cirebon, Sabtu (26/3).

Batik Cirebon – Menurutnya, peningkatan pengunjung juga dikarenakan akses yang semakin mudah untuk dapat ke kawasan itu, yaitu berkat adanya jalan tol.

Dari data kunjungan yang dimiliki, per bulannya sentra batik itu bisa dikunjungi oleh 60.000 orang.

“Kalau pada hari biasa ada sekitar 500 pengunjung, akan tetapi kalau hari libur panjang bisa naik tiga sampai empat kali lipatnya,” ujarnya.

Untuk memanjakan dan memudahkan pengunjung, di kawasan itu juga tersedia restoran berkonsep modern tradisional. Di sana ditawarkan ada beberapa menu khas, seperti empal gentong, nasi jamblang, tahu gejrot. Sedangkan untuk menu modernnya ada beberapa masakan khas Bali seperti bebek goreng bali dan masih banyak yang lain.

“Kami juga membuka Batik Kitchen yaitu kuliner modern dan tradisional untuk memanjakan para pengunjung,” tambahnya.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Batik Kitchen, Bertema Western dan Tradisional

batik cirebonBatik Cirebon – Batik Kitchen salah satu bisnis usaha baru yang tergabung dalam naungan perusahaan besar di daerah Cirebon, Trusmi Group. pada Jumat (25/03/2016). siap bersaing di bidang bisnis kuliner.

Batik Kitchen yang merupakan salah satu bisnis usaha kuliner ini mengangkat konsep menu makanan bertemakan western dan tradisional.

“ insyallah pada hari ini memang akan dilaunching salah satu bisnis usaha baru, yang bergerak dibidang kuliner. Yang kami beri nama Batik Kitchen, “ Ujar Ibnu Riyanto pada Jumat (25/03/2016).

Batik Cirebon – Batik Kitchen diresmikan pada Pukul 13.30 WIB. Nah bagi anda yang ingin mencoba berbagai menu spesial dari Batik Kitchen yuk langsung datang di Jalan Raya Trusmi Kulon No.148 Plered Cirebon. Khusus bagi anda yang berbelanja di Batik Trusmi senilai Rp. 300 ribu rupiah akan mendapatkan milkshake gratisssss.

tak hanya itu, anda langsung bertemu owner Bening,Cantik,Muda,Miliarder, penasaran ??? datang sekarang juga ke Batik Kitchen.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Batik Sampit Makin Diminati Masyarakat

Batik Cirebon – Batik Sampit yang merupakan batik khas Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah semakin diminati masyarakat karena motifnya sangat menarik dan lebih mudah dikreasikan. “Semakin banyak yang menyukai batik Sampit. Ada beberapa motif yang sudah dipatenkan yaitu motif gayung birang, anggrek tewu, ikan jelawat dan karamunting,” kata Renggana Dwi Putra, salah seorang pecinta batik Sampit, Senin (21/3).

Selain dipakai pada hari tertentu oleh pegawai negeri sipil, kini masyarakat umum pun makin menyukai batik Sampit. Dengan motif yang memang menunjukkan ikon daerah seperti anggrek tewu atau anggrek tebu, ikan jelawat dan lainnya, batik Sampit kini terus dikembangkan.

Batik Sampit diluncurkan oleh Bupati H Supian Hadi saat Sampit Expo 2013. Supian bahkan ikut terlibat langsung dalam pengembangan motif batik Sampit dan itu ditunjukkannya melalui kreasi baju-baju batik Sampit yang sering dikenakannya saat menghadiri berbagai acara hingga kini.

Pemerintah daerah juga terus mendukung promosi batik Sampit, salah satunya dengan mendukung eksistensi gerai batik Sampit.

Renggana atau akrab disapa Angga, menilai, batik Sampit juga cocok dan sangat menarik dipadupadankan untuk berbagai keperluan. Seperti saat pemilihan putra dan putri pariwisata Kotawaringin Timur yang saat sedang berlangsung, batik Sampit juga banyak ditampilkan para peserta.

“Untuk acara santai maupun resmi, batik Sampit bisa dikreasikan dan selalu menarik,” ucap Angga yang juga koordinator putra dan putri pariwisata Kotawaringin Timur 2016.

Batik Cirebon – Selain indah dan menarik, motif-motif batik Sampit diketahui juga memiliki makna. Tidak berlebihan jika batik Sampit juga melambangkan kepribadian masyarakat lokal di daerah ini.

Dari sinopsis yang dibuat Sanggar Seni Habaring Hurung Sampit dijelaskan, motif pada batik Sampit adalah hasil penggabungan antara motif gayung birang yang berarti percikan emas yang tercecer dan motif anggrek tewu atau anggrek tebu. Kedua motif tersebut berasal dari alam, terutama anggrek tebu yaitu tumbuhan sejenis pakis yang dapat hidup dan berkembang di hutan tropis khusus.

Jenis anggrek ini tumbuh liar di hutan pedalaman wilayah Utara seperti Kecamatan Antang Kalang dan Kuala Kuayan. Sedangkan percikan emas adalah gambaran emas hasil dari usaha masyarakat hulu di daerah penambangan atau pendulangan emas.

Tanaman ini bisa tumbuh di mana saja pada semua jenis tanah dan anggrek tebu juga bisa berdampingan dengan tanaman apa saja tanpa mengganggu tanaman lain seperti halnya benalu. Setelah tumbuh, anggrek tebu akan besar dan lebih dominan dari tanaman lain di sekitarnya. Setelah berbunga, anggrek ini akan memberikan keindahan terhadap alam di sekitarnya.

Filosofi inilah yang diambil dengan harapan masyarakat Kotawaringin Timur juga bisa terus tumbuh seperti anggrek tebu. Bisa hidup bersama atau berdampingan tanpa mengganggu orang lain dan akan menjadi kabupaten paling maju diantara kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Tengah.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Hadapi MEA, UMKM Batik Harus Lebih Kreatif

Batik Cirebon – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perajin batik untuk lebih kreatif dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Wakil Ketua APPBI Darwin A Roni menilai antusias para pengunjung mal yang membeli kain batik semakin lama terus meningkat.

“Antusiasnya batik kini sudah menjadi pakaian sehari-hari. Beberapa mal kita juga sudah banyak menyuguhkan batik yang beragam. Hari-hari kerja sudah pakai batik. Sudah umum dipakai formal dan nonformal,” katanya di Depok, Kamis (17/3/2016).

Batik Cirebon – Dia menjelaskan para UMKM perajin batik harus berlomba memproduksi kain berkualitas di era MEA ini. Apalagi batik sudah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

“Batik kita sudah dikenal, kami anjangsana ke Filipina saja pakai batik. Tentu perkembangan produksi batik kami sangat mengapresiasi. Jangan lihat mal eksklusif karena hampir semua mal premium juga memberdayakan UMKM dan banyak pula kami gelar berbagai pameran. Mal jangan dicitrakan biang kemacetan saja,” jelasnya.

Darwin menilai kualitas para perajin batik sudah baik hanya perlu ditingkatkan dalam hal kemasan dan pelayanan. Tak hanya pakaian ataupun kain batik, berbagai aksesori batik yang diproduksi UMKM juga makin beragam.

“Kembali lagi batik kita kualitasnya bagus, tinggal kemasannya. Pelayanan bagus kalau kemasan kurang atau asal–asalan tentu enggak bagus. Bagaimana cara melayani dan packaging-nya itu harus lebih kreatif,” tandasnya.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Pengusaha Jerman Tertarik dengan Batik Indonesia

Batik Cirebon – Produk Batik Indonesia diminati pengusaha Jerman saat tampil di pameran Bangkok International Fashion Fair & Bangkok International Leather Fair (BIFF & BIL) 2016, yang digelar 9-13 Maret 2016 di Impact Exhibition and Convention Centre, Bangkok, Thailand.

Pengusaha asal Australia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) juga meminati produk-produk fashion dan kulit
dari Indonesia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok melalui Atase Perdagangan yang membawa 12 perusahaan dalam ajang bergengsi ini menyatakan, pengusaha Indonesia yang tampil di pameran ini mulai kebanjiran pesanan.

“Hari pertama sangat menggembirakan. Stand Indonesia langsung diserbu calon pembeli dari sejumlah negara, di antaranya dari Australia dan RRT,” kata Atase Perdagangan Indonesia di Bangkok, Rita Tri Mutiawati, Minggu (13/3/2016).

Dijelaskan pada hari pembukaan pameran, Vivi Collection mendapat pesanan dari Thailand, Taiwan, dan Australia untuk produk kulit ular.

Batik Cirebon – Aniaki mendapat pesanan dari Republik Rakyat Tiongkok dan Textile Association India untuk produk kain kaftan. Kemudian Batik Maos Rajasa Mas mendapat pesanan dari Jerman untuk produk batik cap.

“Pada hari pembukaan, Devi Reptile mendapat transaksi untuk tahap awal senilai USD 50 ribu untuk produk tas dari kulit buaya. Dalam waktu dekat, buyer-nya akan mengunjungi Indonesia untuk negosiasi lebih lanjut,” jelasnya.

“Sementara itu, buyer Rusia dan Jepang masih negosiasi harga dengan Vivi Collection,” kata Rita menjelaskan.

Menurut Rita, 12 perusahaan Indonesia yang ikut serta merupakan perusahaan yang memiliki produk fashion maupun kulit dengan kualitas ekspor.

Selain menjadi peserta pameran, Indonesia juga menampilkan peragaan busana dari koleksi Soe Jakarta dan Rani Hatta pada 10-11 Maret 2016.( Batik Cirebon )

Owner Batik Trusmi Batik Cirebon Berbagi Inspirasi Bersama Rumah Zakat

Batik Cirebon – Rumah Zakat cabang Bandung didatangi tamu istimewa, Sally Giovanny, owner usaha batik Trusmi. Sally berbagi inspirasi dalam acara Indonesia Future Leader (IFL) di Aula RZ cabang Bandung.

IFL merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan RZ untuk meningkatkan pengetahuan serta semangat para amil dalam menjalankan tugasnya. Wanita yang akrab disapa Mbak Sally ini bercerita mengenai perjalanan usahanya hingga menjadi seorang miliarder seperti sekarang ini.

“Berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan secara finansial, membuat saya harus ikut berjuang membantu mencari nafkah sejak umur 18 tahun. Hingga akhirnya saya memulai berbisnis dengan berjualan batik khas Cirebon,” papar Sally, Kamis (25/2).

Batik Cirebon – Wanita berumur 27 tahun ini juga seorang donatur RZ. Menurutnya RZ merupakan lembaga sosial yang terpercaya dan jelas program-programnya.

“Jadi bukan hanya menyantuni tapi memberdayakan dan dikawal dari yang tadinya tidak bisa apa-apa dibuat sampai punya usaha dan sukses. Saya bangga, kita, Indonesia punya lembaga RZ yang sangat memberikan manfaat bagi banyak orang,” tutur Sally.

Di akhir acara Sally juga berpesan kepada RZ untuk lebih masif lagi dalam sosialisasi program serta terus memperluas jaringannya, agar semakin banyak yang berbondong-bondong untuk berdonasi melalui RZ dan semakin banyak pula yang berpartisipasi dalam program-program RZ.

“Saya juga berharap bisa membangun sinergi dengan RZ, karena di dalam sinergi pasti ada energi yang akan memberikan kekuatan untuk terus tumbuh. Semoga Trusmi Group bisa bekerjsama dalam kegiatan-kegiatan sosial RZ,” ujar Sally.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Pasar Batik Trusmi Masih Sepi Pengunjung

Batik Cirebon – Pasar Batik Trusmi masih belum menjadi tujuan wisata. Kenaikan pengunjung memang ada saat akhir pekan, namun tidak terlalu signifikan.

Kepala Pasar Batik Trusmi, Didi Sunedi mengatakan kenaikan pengunjung terjadi saat libur panjang dan weekend. “Pasar batik berbeda dengan pasar sembako yang setiap hari ramai. Kita hanya ramai saat ada pengunjung dan wisatawan dari luar daerah,” jelasnya.

Saat ini Pasar Batik Trusmi hanya mengandalkan market dari wisatawan. Namun karena fasilitas masih belum lengkap, para wisatawan masih belum sepenuhnya berkunjung ke tempat tersebut. Pasar Batik Trusmi masih kalah pamor dengan kawasan grosir batik trusmi.

Untuk itu, kata Didi, tahun ini akan diupayakan pembangunan masjid dan kawasan kuliner di belakang Pasar Batik Trusmi. Setidaknya fasilitas itu bisa membawa angin segar bagi para pedagang karena mampu meningkatkan jumlah pengunjung. “Saya yakin kalau sudah ada masjid dan kuliner bisa lebih ramai. Di sini parkir masih luas, sehingga bisa mengurangi kemacetan di Tengahtani,” jelasnya.

Batik Cirebon – Selain itu, untuk memudahkan pembayaran, pihaknya akan melengkapi Pasar Batik Trusmi dengan fasilitas ATM centre. Hal ini karena para wisatawan yang datang dari luar daerah biasanya tidak membawa uang dalam bentuk cash atau tunai.

Saat ini ada sekitar 112 kios dan 42 toko yang sudah terisi oleh para perajin batik di Pasar Batik Trusmi. Mereka merupakan perajin batik dari Trusmi dan Ciwaringin. Pihaknya berharap dengan fasilitas yang lengkap, bisa mendongkrak pengunjung dan wisatawan bertandang ke pasar batik. “Kita juga akan menggelar festival pameran UKM di sini, tanggal 19 hingga 21 Maret,” jelasnya.

Sementara, pedagang Pasar Batik Trusmi, Yudi  mengatakan keberadaan Tol Cipali berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan ke Cirebon. Hal itu juga dirasakan dengan adanya peningkatan pengujung ke Pasar Batik Trusmi. “Ya kadang-kadang kalau weekend itu ramai. Lalau Senin sampai Jumat masih sepi,” katanya.

Selama ini, kata dia, wisatawan masih mengenal Batik Trusmi di Pusat Grosir Batik Trusmi. Sehingga berdampak terhadap pengunjung ke Pasar Batik Trusmi. Selain itu, bus pariwisata juga lebih memilih berkunjung ke Pusat Grosir Batik Trusmi dari pada ke Pasar Batik Trusmi. Maka dari itu, Yudi berharap agar ada koordinasi antara pemerintah dan jasa pariwisata untuk memasukan Pasar Batik Trusmi ke dalam rute pariwisata di Kabupaten Cirebon.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Amerika Ternyata Punya Kain Batik

batik cirebonBatik Cirebon – Pusat kebudayaan Amerika Serikat (AS), America resmi meluncurkan kain batik khas Negeri Paman Sam, di Jakarta. Peluncuran batik itu bersamaan dengan perayaan ulang tahun kelima America.

Co-founder dan Chief Design Offiicer of Piksel Indonesia yang mendesain batik America, Muhammad Lukman mengatakan, batik itu mengacu pada batik ceplokan. Batik ceplokan adalah yang dibuat terinspirasi dari pola kawung yang menunjukkan empat poin tentang kebersamaan.

Batik Cirebon – Belajar tentang kebudayaan, seni, sejarah AS, pihaknya  berpikir desain batik ini menceritakan persahabatan antara negara yang memiliki julukan Paman Sam itu dengan Indonesia. Batik ini, dia melanjutkan, memiliki banyak ikon dari tempat asalnya.

“Kami membuat ikon daun oak, daun olive, elang, panah, dan mawar di susunan desainnya,’’ ujarnya di sela-sela pidato pembukaan perayaan ulang tahun kelima America di Jakarta, Rabu malam. Batik itu menurut Lukman sudah memiliki hak cipta khusus untuk America.

Wakil Duta Besar AS di Jakarta, Brian McFeeters yang ikut menghadiri peluncuran batik mengaku sangat terkesan dengan rancangannya. Menurutnya, desain batik berwarna kominasi merah, biru, dan cokelat susu itu sangat bagus.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Puluhan Perajin Batik Tinggalkan Pekalongan

Batik Cirebon – Tingginya curah hujan dan genangan rob di Pekalongan, Jawa Tengah, menyeret turun produktivitas perajin batik hingga 50 persen. Sebagian perajin memilih untuk memindahkan lokasi usahanya ke daerah lain.

Darsono, 33, salah seorang perajin batik di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mengatakan, dalam kondisi normal ia mengaku mampu memproduksi batik hingga 200 potong/hari. Namun, saat cuaca buruk seperti sekarang, dia hanya mampu memproduksi 100 potong/hari.

“Karena cuaca mendung dan sering turun hujan, makanya saya kesulitan proses pengeringan kain batik,” kata Darsono, Senin (29/2/2016).

Batik Cirebon – Menurutnya, selain kurangnya sinar matahari untuk proses pengeringan, kendala lain yang dihadapinya adalah luapan air laut atau rob yang menggenangi kawasan Tegaldowo dua bulan terakhir.

“Dalam proses pembuatan dan pengeringan, harus ekstra hati-hati karena jika kain basah terkena air rob, kain batik akan rusak,” tambah Darsono.

Khotijah, 50, salah seorang buruh pewarna batik mengaku terpaksa memakai sepatu boot setiap kali bekerja, karena rob masih menggenang setinggi 20 cm.

“Kalau tidak pakai sepatu boot kakinya bisa lecet karena gatal kena air rob,” kata Khotijah.

Perangkat Desa Tegaldowo, Kuntari, mengaku, awalnya di desanya terdapat 30 perajin batik. Namun saat ini hanya 11 perajin yang bertahan. Lainnya pindah ke kota lain di luar Jawa.

“Ke mana saja tidak begitu tahu detail, tapi di antaranya ada yang di Bali. Kalau secara umum, ada ratusan perajin batik di wilayah Kabupaten Pekalongan yang hijrah ke tempat lain,” katanya.( Batik Cirebon )